Tausiyah Cinta

“Adalah dusta jika kau berkata cintamu abadi, sebab cintamu hanyalah kecantikan fana dan kekayaan yang sementara.” ~Ibnul Qayyim Al-Jauziy

Bicara tentang cinta nggak akan ada habisnya. Mungkin, hanya beberapa orang yang patah hati saja yang mudah jenuh dengan kata yang satu ini. Tapi, jika mereka dibandingkan dengan orang-orang yang memujanya maka jumlah mereka akan kalah jauh. Kenapa cinta bisa begitu indah?

Menunggu sering menjadi sesuatu yang membosankan. Apalagi menunggu jodoh. Mungkin, hal ini sering kita dengar dari orang-orang yang sudah mulai jenuh dengan penantiannya. Jenuh dalam penantian panjang yang nggak tahu sampai kapan mereka perjuangkan. Pada sebuah titik, mereka pasrah dan berkata, “Kalau memang jodoh, nanti juga datang sendiri.”

Dalam perjalanan hijrah dan dalam perjalanan hidup menuju cinta kepada-Nya, kita akan menemukan arti rasa cinta yang sering kita kaitkan dengan kegalauan. Kalau bukan karena nafsu, mungkin perjalanan ini nggak akan ada. Perjalanan diri menuju cinta Ilahi terjadi karena masih ada jarak pemisah antara kita dengan Allah yang harus dilalui, dan masih adanya ‘permusuhan’ antara kita dan Allah yang harus diselesaikan.

Perjalanan hijrah menuju cinta-Nya sangat jauh terbentang di hadapan kita. Dan, sejatinya jarak yang jauh itu adalah syahwat kita sendiri. Teman, coba ingat, kita ini siapa sampai berani memusuhi Alla

h?

Ya Rabb.aku yakin takdir-Mu pasti
aku yakin rencana-Mu sangat terukur
aku yakin kehendak-Mu yang terbaik
aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah
maka, aku pun harus yakin

jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku
akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku
untuk bertahta di hatiku
(Tausiyah Cinta ~ h. 37)

Mahabbah, nama lain dari cinta, adalah sebuah rasa yang selalu singgah dalam diri setiap manusia. Salah satu jenis cinta yang dikutip Tausiyah Cinta dari Ibnul Qayyim Al Jauziy adalah Al-Hubbu Fillah wa Lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah). Cinta karena Allah. Sering dengar kan? Apalagi beberapa waktu lalu sempat juga kalimat, “Aku mencintaimu karena Allah,” menjadi fenomenal di ranah publik. Tapi, tahukah kita hakekat sebenarnya cinta karena Allah?

Meski cinta melingkupi banyak halnya, Tausiyah Cinta mengerucutkan tema tersebut pada cinta kepada lawan jenis. Cinta tersebut sangat riskan disusupi setan/iblis supaya menyimpang dari kemurniannya. Apakah akan menjadi virus atau ladang pahala, tergantung bagaimana mengelolanya. Sangat dibutuhkan ilmu yang tepat dan benar, seperti yang diuraikan dalam bab Hijrah Cinta.

Cinta adalah anugerah terindah, asal kita tidak salah memperlakukannya (Tausiyah Cinta ~ h. 21)

Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan dengan kebaikan. (Tausiyah Cinta ~ h. 32)

Ketika mental dan karaker telah siap menuju penghalalan cinta, proses menapakinya diuraikan pada bab Tentang Ta’aruf dan Merayakan Cinta. Bab yang menjabarkan tentang langkah yang diridhoi Allah untuk menggenggam sang cinta. Banyak cara menuju pernikahan, tinggal kita memilih jalur penuh keberkahan atau malah yang dipenuhi rayuan setan, untuk meraih penyempurna separuh dien tersebut.

Kalau kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta (Tausiyah Cinta ~ h. 35)

Mengenal, merawat, dan mengarahkan cinta dipaparkan Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad dengan gaya bahasa yang mudah dicerna. Meski ada pengulangan pembahasan  pada beberapa bab, tujuannya lebih kepada penekanan untuk sesuatu yang penting untuk diingat. Segmen utama dari Tausiyah Cinta adalah para single, tapi beberapa bagian mampu menyentil pembaca yang telah menikah, terutama dalam memahami hakekat cinta.

Cinta yang halal…
Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya
Begitu banyak dari kita yang mendambakannya
Tapi, jangan menghalalkan segala cara
Karena cinta mengajari kita untuk mengerti
Arti sebuah keikhlasan
Milikilah cinta di atas jalan yang haq
Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh
(Tausiyah Cinta ~ h. 2)

http://qultummedia.tumblr.com/post/64650106176/tausiyah-cinta-no-khalwat-until-akad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s